Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh akan nutrisi dan oksigen.
Penyakit gagal jantung adalah penyakit sindrom klinis yang ditandai oleh sesak nafas dan fatigue saat istirahat atau aktivitas yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung.
Terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan minum kopi, kebiasaan merokok, serta klasifikasi penyakit dengan kualitas tidur yang buruk, sedangkan faktor aktivitas dan depresi tidak memiliki hubungan dengan kualitas tidur pasien gagal jantung
Diperkirakan, sebanyak 50% pasien penderita gagal jantung memiliki ganguan tidur. Salah satu gangguan tidur yang terjadi pada penderita gagal jantung adalah central sleep apnoea atau terganggunya jalan nafas saat tidur. Penanganan CSA yang sering dilakukan adalah dengan penggunaan obat tidur, akan tetapi metode ini masih dianggap kurang efektif. Metode lain yang telah dilakukan yaitu terapi novel dan pendekatan psikologi.
Obat-obat yang efektif dalam menangani gagal jantung bekerja dengan mengatasi disfungsi sistolik, di antaranya yaitu obat anti diuretic dan ACE Inhibitor. Ketidakpatuhan terhadap terapi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi rehospitalisasi pasien gagal jantung. Menurut peneliti ketidakpatuhan tersebut disebabkan oleh faktor pengetahuan, usia, tingkat ekonomi, sikap, dukungan keluarga, dan keyakinan dari individu.
Pada pasien gagal jantung, sering terjadi penurunan toleransi latihan dan sesak napas yang mengakibatkan pasien kehilangan kemampuan fungsionalnya. Kapasitas fungsional tersebut dapat ditingkatkan, salah satunya dengan melakukan Home Based Exercise Training. Latihan fisik ini terbukti dapat meningkatkan kapasitas fungsional pasien gagal jantung. Faktor yang ikut berperan dalam Home Based Exercise Training ini diantaranya intensitas latihan, durasi latihan, dan perbedaan usia. Latihan fisik ini diharapkan menjadi aktifitas kesukaan pasien sehingga dapat menurunkan angka ketidakpatuhan.
1. Suwartika Ira, Peni Cahyati. Analisis faktor yang berpengaruh terhadap kualitas tidur pasien gagal jantung di RSUD Kota Tasikmalaya. Skolastik Keperawatan. Januari-Juni 2015; 1(1).
2. Coats Andrew J. Stewart, William T. Abraham. Central Sleep Apnoea in Heart Failure : an important issue for the modern heart failure cardiologist. International Journal of Cardiology. 2016; 206 : S1-S3.
3. Coats Andrew J. Stewart, Louise G. Shewan. Measuring Therapeutic Efficacy in the Treatment of Central Sleep Apnoea in Patients with Heart Failure. International Journal of Cardiology. 2016; 206 : S16-S21.
4. Koto, Yati. Hubungan kepatuhan minum obat anti diuretic dan ACE inhibitor pada pasien congestive heart failure. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia. Juni 2015; 5(2).
5. Suharsono Tony, Krisna Yetti, Lestari Sukmarini. Dampak Home Based Exercise Training terhadap Kapasitas Fungsional Pasien Gagal Jantung di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Mei 2013; 1(1).